Realta Fantasia
Welcome.

Realta Fantasia menerima semua orang yang ingin bergabung di dalamnya, silahkan Log In jika sudah menjadi member dan Register jika minat bergabung dengan kami.

Ingat Forum ini bertemakan RPG Fantasy berbasis text, jadi jangan kaget jika menemukan hal-hal diluar logika ataupun akal sehat.

Semua yang ada disini hanya kesenangan semata.Mari jadikan Keajaiban sebagai Kenyataan disini.




 
HomeHome  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  Word CounterWord Counter  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 [OPEN LIMITED] Here I am

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Guest
Guest



PostSubject: [OPEN LIMITED] Here I am   Fri Aug 13, 2010 11:38 pm

Title : Here I am
Timeline : August 13th, 6 p.m Outdoor Cafe
Note : Limited for 3 people

______________________________________________

Pemandangan malam itu terlihat memukau di mata gadis itu. Ia duduk di balkon yang menyediakan view jalan. Kursi yang ia pilih adalah kursi yang paling ujung, dan memberikannya pemandangan jelas atas jalan di bawahnya. Perhatiannya terpecah antara teh chamomile di depannya dan pemadangan jalan yang menarik. Sejam lagi cafe itu akan tutup tapi ia sepertinya tak akan beranjak dari tempat itu, kecuali jika dipaksa. Pemandangan dari ketinggian itu terkesan mengerikan, sekaligus menenangkan. Tubuhnya memang sedang duduk di kursi itu, tapi jika kau melihat matanya, akan terlihat jelas bahwa pikirannya tak lagi ada di sana. Pandangannya terlihat jauh dan menerawang, tak lagi tercapai.

Masa lalu adalah hal yang berbahaya. Mengikuti dan menghantuimu, hingga ajalmu tiba. Layaknya sekarang, seorang gadis yang berusaha berlari menjauh dari masa lalunya, meski ia adalah orang yang seharusnya paling mengetahui bahwa tak ada yang bisa lari dari masa lalu. Yang bisa kau lakukan hanyalah berusaha menerimanya dan menjadikannya pelajaran. Meski begitu, apa yang bisa kau pelajari dari kata-kata kotor yang ditujukkan pada ayahmu sendiri? Memanggilnya manusia hina. Menjaga kesabaran, memang bisa dijadikan pelajaran atas kejadian ini, tapi apakah pelajaran itu dapat merubah masa lalu? Tidak. Bisa dijadikan advice untuk masa depan, tapi tak merubah masa lalu.

"Yang penting adalah masa sekarang"

Orang bodoh macam mana yang bilang itu? Tak mengejek tapi kata-kata itu terdengar sangat bodoh di telinga gadis itu. Tanpa masa lalu, kakimu tak dapat memijak masa depan, tanpa masa lalu tak ada masa sekarang, tanpa masa lalu, kau tak akan ada di sini. Kata-kata itu terdengar menghibur untuk keadaannya sekarang, tapi juga tak sepenuhnya benar.

Gadis itupun menghela nafas panjang, dan mengambil teh chamomile nya. Diseruputnya pelan teh itu, sambil menikmati rasa dan aroma yang dipegang. Ada bagusnya jika ia berbicara dengan orang... Melegakkan hatinya paling tidak.
Back to top Go down
Vier Leuchten

avatar

Posts : 185
Age : 22

Public Card
Status Kependudukan: Pelajar SMA
Alice:
Sifat:

PostSubject: Re: [OPEN LIMITED] Here I am   Sat Aug 14, 2010 12:38 am

Join yah xD

Title : Here I am
Timeline : August 13th, 6 p.m Outdoor Cafe
Note : Limited for 3 people
_____________________________________________

Meski sudah mengetahui kalau cafe tersebut akan tutup 1 jam lagi, pemuda ini dengan santai memasuki cafe tersebut dan langsung memesan secangkir kopi. Pemuda ini memang sering datang ke cafe itu saat akan tutup, mungkin karena di saat seperti itulah cafe terasa tenang baginya. Sembari menuju ke tempat duduk yang biasa ia tempati, ia melihat sesosok anak yang sedang duduk di tempat favoritnya itu. Namun ketika melihat sorot mata anak itu, ia dengan santainya langsung duduk di depan anak itu dan menikmati kopi yang telah ia pesan ketika kedua mata silvernya sedang memandangi jalan yang tepat berada di bawahnya.

Hal yang berbeda pun lama kelamaan akan terasa normal bahkan membosankan. Tanpa disadari, setiap perubahan akan selalu diikuti adaptasi dari dalam diri sendiri. Hal baru pun akan terasa normal, yang normal terasa membosankan, yang membosankan lama kelamaan pun akan terlupakan dengan sendirinya. Meski sudah berbagai cara ia terapkan, tetap saja pada akhirnya semua itu akan terasa seperti suatu siklus yang tak akan berhenti sepanjang hari, bulan, dan tahun.

"Semua hal di dunia ini unik, tak ada yang membosankan"

Ucapan dari seseorang yang entah kapan ditemuinya dulu sekilas muncul di ingatannya. Ucapan itu serasa membohongi kenyataan yang telah dialaminya selama 15 tahun. Apabila semua hal di sunia ini unik, tak mungkin ada orang yang merasa bosan untuk hidup. Tanpa adanya hal yang membosankan pun, tetap saja pada akhirnya semua hal itu akan terasa membosankan.

Sambil meneguk kopi di cangkir itu, pemuda ini terus memandang ke arah jalan sambil menghilangkan hal-hal tak penting yang sempat muncul di kepalanya beberapa saat sebelumnya. Pemuda ini pun meletakan cangkir kopi yang sekarang isinya hanya tinggal setengah itu ke atas meja dan memandang ke arah gadis berambut blonde itu sekilas. Dilihatnya anak itu sedang menghela nafas, nampak seperti sesorang yang sedang agak bingung menurut pandangan pemuda itu.

"Ada apa?"

Dua patah kata singkat terlontar dari mulut pemuda itu ketika ia mengambil sepuntung rokok dan lighter dari jaketnya, menyalakannya dan mulai menghisap rokok tersebut perlahan.


[Ah cacad wa RP-nya OTL]

______________________________________________
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: [OPEN LIMITED] Here I am   Sat Aug 14, 2010 1:52 am

Gadis itu menyadari dengan benar, seorang pemuda datang dan duduk di depannya. Tak dihiraukannya kehadiran orang lain di dekatnya. Pikirannya telah jatuh terlalu dalam keraguan akan hidupnya. Hatinya berkecamuk hebat, pikirannya berusaha memikirkan suatu alasan yang dapat membelanya dari kesalahan fatal yang ia buat dahulu. Alasan-alasan kosong seperti 'melindungi Rier', 'ayah memang patut disalahkan', bahkan 'Rier juga seorang monster, kenapa harus aku yang disalahkan?'. Pikiran terkahir serasa begitu mengerikan. Menyalahkan seorang bocah yang dulunya jatuh dalam hal yang salah, dan ahirnya malah diejek juga dibenci.

"Runaway, go away, darling..."

Di mana ia dengar kalimat itu? Sebuah lagu kalau tak salah, pastinya kalimat itu sangat menusuk di hatinya. Ia memang sedang berusaha lari, kabur dari semua kenyataan bahwa ia yang salah telah marah seperti itu. Orangtuanya memang salah, tapi pantaskah ia benar-benar marah? Dirasa tidak. Minta maaf pun bukan pilihan baginya, harga dirinya ia patok terlalu tinggi. The girl's an arrogant.

Tak disangka, pemuda yang turut memandang pemandangan yang sama itu bertanya akan keadaannya. Jujur saja, ia tak yakin ia akan bercerita. Maka itu, dibuatlah sebuah perjanjian kecil dengan dirinya sendiri. Jika pemuda itu tahu siapa adiknya, ia akan cerita, jika tidak, maka ia akan lari. Sebuah janji konyol, mengingat adiknya itu bukan artis atau orang terkenal. Apa mau dikata? Jikalau orang itu mau mendengarnya, maka setidaknya ia harus tahu dahulu orang yang akan dibicarakan.

"Kau tahu Riere Wisseren?"
Back to top Go down
Vier Leuchten

avatar

Posts : 185
Age : 22

Public Card
Status Kependudukan: Pelajar SMA
Alice:
Sifat:

PostSubject: Re: [OPEN LIMITED] Here I am   Sat Aug 14, 2010 3:28 pm

Pemuda ini masih terus menghisap rokoknya sembari melihat terus ke arah jalan yang agak padat itu. Seolah sudah melupakan seluruh hal yang dia anggap tidak penting dari kepalanya, ia terus memandang ke arah jalan di bawahnya dan melamun. Pemuda ini tahu kalau gadis yang duduk di depannya ini menyadari kehadirannya, namun tidak protes atau pun mengusirnya, sehingga pemuda ini tetap duduk di sana dengan cuek sembari menikmati suasana sepi serta suara musik yang bernuansa suara alam. Suasana cafe yang agak sepi itu terasa entah menenangkan atau malah membosankan baginya, namun tidak ada hal yang lebih baik selain suasana tenang yang selalu ia dapatkan di cafe itu menjelang jam tutupnya dibandingkan saat-saat di sekolah maupun di dorm yang cenderung ramai serta jauh lebih membosankan.

"Kau tahu Riere Wisseren?"

Mendengar nama sahabatnya disebut, lamunannya langsung lenyap. Pemuda ini sedikit kaget ketika nama sahabatnya, Riere Wisseren disebut seorang tak dikenal yang baru ditemuinya tidak sampai sejam yang lalu. Pikiran pemuda ini mulai sedikit diliputi rasa penasaran. Tidak tahan dengan 'godaan' rasa ingin tahu itu, dia pun memutuskan untuk menjawab pertanyaan gadis itu dengan jujur.

"Iya.. Aku mengenalnya cukup baik...."

Pemuda itu menjawab pertanyaan gadis itu sambil menganggukan kepala sedikit dan mengalihkan pandangannya dari jalan menuju ke gadis yang duduk tepat di depannya itu. Sambil melihat ke arah gadis itu, dia pun mulai bertanya-tanya mengenai siapa sebenarnya gadis itu, sempat terlintas kemungkinan kalau gadis itu teman sekelas Rier. Bagi pemuda itu, gadis itu nampak seperti pelajar SMP yang seumuran dengan sahabatnya itu. Namun, pemuda ini memutuskan untuk mendengarkan kelanjutan percakapan itu sebelum ia mulai bertanya banyak hal kepada gadis itu.

______________________________________________
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: [OPEN LIMITED] Here I am   Sat Aug 14, 2010 3:53 pm

"Iya.. Aku mengenalnya cukup baik...."

Pikiran pertama yang terlintas di pikiran Veris adalah ini,

"WHAT THE?!"

Ya, iya tahu dengan benar sejarah di belakang kehidupan adiknya itu. Ia adalah seorang monster pembunuh yang dahulu mempunyai sahabat manusia biasa yang aliceless. Diakibatkan kesalahan didikan di masa mudanya, Rier tumbuh menjadi seorang psikopat yang jiwa nya labil. Melihat dari kelakuan di masa lalu, Veris bisa melihat bahwa adiknya tumbuh menjadi orang yang dingin dan jarang tersenyum. Seorang yang benar-benar dibakatkan dan dikhususkan pada membunuh. Ia tahu itu semua, tapi yang ia tak tahu adalah hal ini. DARIMANA ADIKNYA BISA DAPAT SAHABAT SECAKEP ORANG DI DEPANNYA INI HAH?!! Misteri tersendiri.

Dari pandangan yang terarah ke jalan, kepala Veris ditelengkan dengan cepat ke arah pemuda remaja di depannya itu. Mata Veris terbelak sedikit, dan terbaca dengan jelas keterkejutan di sana. Pemuda yang dengan entengnya merokok di sebuah cafe itu ternyata merupakan sahabat Riere. Kenyataan yang benar-benar mengejutkan dan mengguncang, sekaligus melegakan. Paling tidak Rier tidak benar-benar menjadi introvert yang mengerikan. Ia masih punya seorang sahabat di sebelahnya.

Veris pun memasang senyum ramah.

"Ah, senang mengetahui bahwa adikku tersayang itu mempunyai seorang teman,"

Paling tidak yang bisa ia lakukan adalah mengenalkan dirinya sendiri. Meski nantinya akan muncul berbagai pertanyaan, dan bahkan caci makian mengapa Veris tak membantu adiknya dulu akan muncul, paling tidak ia bisa mengakui bahwa ia merasa sayang pada adiknya itu. Yeah, hal itu terlihat cukup baik di mata Veris. Kini, mari kita mulai ceritanya.

"Jagalah ia baik-baik,"

"Monster psikopat ternyata hanyalah seorang anak yang salah didikannya".

Mulut itupun dengan cepat menutup setelah kalimat terkahir terlontar. Hal itu memang benar, sekaligus menusuk hati Veris. Mengingat buruknya kelakuan orang-orang pada adiknya dahulu. Juga penyesalannya sendiri, sebuah penyesalan mengapa ia dulu tak mengetahui hal itu.
Back to top Go down
Vier Leuchten

avatar

Posts : 185
Age : 22

Public Card
Status Kependudukan: Pelajar SMA
Alice:
Sifat:

PostSubject: Re: [OPEN LIMITED] Here I am   Sat Aug 14, 2010 4:39 pm

Sambil terus merokok, pemuda ini cukup bingung ketika melihat ekspresi kaget yang tergambar dengan jelas di wajah gadis yang duduk di depannya. Mungkinkah ada kesalah pada ucapannya? Apakah jawaban itu terdengar aneh? Tetap dengan ekspresi cueknya, pemuda ini menunggu ucapan selanjutnya dari gadis di depannya itu.

"Ah, senang mengetahui bahwa adikku tersayang itu mempunyai seorang teman,"

Tentu saja siapapun akan memiliki teman.... EH...?! ADIK?!?!?! Kali ini giliran Vier yang terlihat 'cengo' ketika mendengar ucapan gadis yang sedang tersenyum di hadapannya. Bagaimana mungkin gadis yang terlihat seumuran bahkan nampak lebih muda dari Rier adalah kakaknya?! Suatu keanehan yang tidak terelakkan...

"Ah kenalkan... Saya Vier Leuchten.... Sahabat adik anda..."

"Jagalah ia baik-baik,"

"Monster psikopat ternyata hanyalah seorang anak yang salah didikannya".


Sambil menarik nafas agak panjang seolah menghilangkan ekspresi kaget yang terpajang di wajahnya dia mematikan rokok yang dari tadi dihisapnya di asbak yang terletak di meja.
Saat mendengar ucapan terakhir dari kakak sahabatnya itu dia langsung sedikit naik darah. KAKAK MACAM APA YANG AKAN MENYEBUT ADIKNYA MONSTER PSIKOPAT?!

"Ah selama ini sayalah yang selalu dijaga oleh Rier... Saya sudah banyak merepotkannya selama ini..."

"Maaf sebelumnya.... Mungkin adik anda memang sedikit psikopat, tapi adik anda bukanlah seorang monster!"

Ekspresi marah tergambar di wajah Vier saat dia mengucapkan kalimat terakhir itu. Pemuda itu sama sekali tidak merasa bahwa sahabatnya adalah seorang monster psikopat. Selama ini, Rier adalah seorang sahabat terbaik yang pernah dikenalnya dan sama sekali tidak menunjukan bahwa dia adalah seorang monster. Tentu saja Vier tidak terima mendengar nama sahabatnya terkesan dijelek-jelekan, terutama olah kakak kandung sahabatnya sendiri.

______________________________________________
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: [OPEN LIMITED] Here I am   Sat Aug 14, 2010 5:32 pm

Veris hanya tertawa dalam hati saat melihat wajah kaget dari pemuda tampan di depannya itu. Siapa yang menyangka bahwa Rier mempunyai kakak bukan? Well, paling tidak itu adalah alasan paling masuk akal untuk keterkejutan tadi, meski ia bisa salah. Ia pun mengambil tehnya dan menyeruputnya pelan, menenangkan diri. Rupanya dua orang yang dekat dengan seorang bertemu dan saling membawa keterkejutan pada satu sama lain. Cukup lucu, mengingat orang berkata bahwa dunia ini luas.

Di ingatnya nama dari pemuda di depannya itu. Vier Leuchten. Nama unik tapi terdengar cukup bagus. Bisa diterima.

Tiba-tiba saja sejak kata terakhir itu terlontar dari mulut Veris, pemuda di depannya itu langsung mematikan rokok di asbak. Ekspresi kaget pemuda itu hilang, tergantikan sebuah ekspresi yang bisa disebut sebagai... marah? Kalimatnya memang kurang ajar, maafkan, tapi tak perlu sampai seperti itu kan?

"Ah selama ini sayalah yang selalu dijaga oleh Rier... Saya sudah banyak merepotkannya selama ini..."

"Maaf sebelumnya.... Tapi adik anda bukanlah seorang monster psikopat!"


Menganggukkan kepalanya sekali dan dua kali untuk perkataan pemuda itu. Tampaknya orang di depannya itu marah karena ia menyebut adiknya sebagai monster psikopat. Padahal yang di maksud Veris adalah, adiknya memang dulu monster psikopat, apalagi nama yang cocok pagi pembunuh seperti dia? Tapi, tetap saja Rier hanyalah korban kesalahan didik bukan? Makanya kata-kata itu terlontar.

Selain dari itu, kata-kata pemuda itu sangat amat melegakan. Pertama, ada yang mengajarkan Rier untuk menjadi seorang yang baik, kedua, Rier mempunyai teman yang baik. Seorang teman yang setia, meski dulunya adiknya itu mempunyai sejarah yang kurang indah. Mengerikan malah.

"Oh? baguslah. Kau berpikir seperti itu juga"

Kalimat itu terlontar dengan entengnya.
Back to top Go down
Vier Leuchten

avatar

Posts : 185
Age : 22

Public Card
Status Kependudukan: Pelajar SMA
Alice:
Sifat:

PostSubject: Re: [OPEN LIMITED] Here I am   Sun Aug 15, 2010 9:02 pm

Vier pun melemaskan badannya sejenak di kursi yang sedang ia duduki setelah mengucapkan kata-kata itu, pemuda itu tahu betul kalo dia sedikit lepas kontrol saat menjawab perkataan gadis di depannya itu. Vier pun meneguk habis kopi yang dia pesan sebelumnya dan menggaruk-garuk kepalanya sambil menghilangkan ekspresi marah di wajahnya itu.

"Maaf... Tampaknya saya mengatakan hal kurang enak didengar..."

Setelah menggumamkan kata-kata tersebut, pemuda itu pun menghela nafas panjang dan kembali mengeluarkan sepuntung rokok lagi dari sakunya. Sambil menyalakan rokoknya dan menghisapnya, Vier pun menundukan kepalanya untuk meminta maaf kepada gadis di depannya itu.

"Oh? baguslah. Kau berpikir seperti itu juga"

Setelah mendengar kata-kata itu terlontar dari mulut gadis itu, Vier hanya memasang wajah tanpa ekspresi. Cukup aneh mendengar kata-kata itu terlontar dari seseorang yang baru menyebut adiknya sendiri seorang monster yang kemudian malah mengiyakan pendapat yang jelas-jelas menentang ucapan mengenai monster itu. Jadi.... Apakah si kakak menganggap adiknya monster psikopat atau malah menganggap adiknya sebagai seseorang yang hanya psikopat? Sungguh hal yang membingungkan bagi pemuda itu.

Meski kalimat itu terlontar dengan sangat enteng dari gadis yang duduk di depannya itu, Vier sama sekali tidak terlalu emosi seperti saat mendengar kalimat sebelumnya. Sambil terus menjaga ketenangan dirinya, dia pun memesan secangkir kopi lagi. Setelah berpikir sejenak dengan kepala dingin, ucapan gadis itu terkesan seperti 'menguji' dirinya dan sama sekali tidak terlalu penting untuk dipersoalkan.

"Yah itu memang kenyataan sebenarnya menurut saya..."

Ucapan itu terucap dengan santainya dari mulut pemuda yang sedang menghisap rokoknya dan memandang ke arah langit sekilas.

______________________________________________
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: [OPEN LIMITED] Here I am   Sun Aug 15, 2010 10:46 pm

Diperhatikannya gelagat pemuda di depannya. Meneguk kopi hingga habis dalam kecepatan di atas rata-rata, terlebih lagi menyalakan rokok dan menundukkan kepala. Apakah orang di depannya ini mengantuk? Hal itu tampaknya tak mungkin, mengingat ekspresi marah yang tadi pemuda itu tunjukkan kepada Veris. Kebingungan agak tertampak di wajah gadis itu, tapi karena takut salah, Veris hanya tersenyum kecil.

"Yah itu memang kenyataan sebenarnya menurut saya..."

He...? Sama sekali tak menyangka bahwa kata-kata itu bisa keluar dari mulut seorang pemuda yang dapat berekspresi sedingin es kutub selatan. Berarti benar, setiap orang mempunyai sisi kepribadian sendiri yang tak pernah ditunjukkan ke orang lain. Satu sisi yang dapat menunjukkan kebaikan mereka. Sejahat-jahatnya seseorang, hati nurani itu selalu ada, sebuah hati yang mau berubah menjadi lebih baik. Hampir tidak ada, tapi tetap ada.

"Baguslah, kau mengerti hal itu,"

"Banyak orang yang berpikir bahwa ia adalah psikopat setelah melihat sejarahnya,"

"Padahal ia hanyalah anak kecil yang salah pendidikannya".

Veris pun menggapai tangan pemuda itu. Digenggamnya erat selama beberapa detik. Gadis ini bermaksud membaca hidup tersebut. Semoga sang pemuda tak keberatan.
Back to top Go down
Vier Leuchten

avatar

Posts : 185
Age : 22

Public Card
Status Kependudukan: Pelajar SMA
Alice:
Sifat:

PostSubject: Re: [OPEN LIMITED] Here I am   Sun Aug 15, 2010 11:19 pm

Vier yang melihat wajah gadis itu menyadari kalau dia nampak bingung meski dia nampak tersenyum. Pemuda ini tidak sadar kalo tindak tanduknya membuat orang lain yang melihatnya cukup kebingungan dan mungkin akan tertawa saat melihat kelakuannya yang aneh itu. Maklum.. Karena sifatnya yang cuek cukup membuat dia berbuat sedikit aneh.

"Baguslah, kau mengerti hal itu,"

"Banyak orang yang berpikir bahwa ia adalah psikopat setelah melihat sejarahnya,"

"Padahal ia hanyalah anak kecil yang salah pendidikannya".


Mendengar jawaban gadis itu, Vier pun hanya mengangguk perlahan seolah mengiyakan perkataan gadis itu. Tapi secara pribadi, Vier memang menganggap sahabatnya itu sedikit psikopat, namun meski demikian, dia tetap menganggap Rier adalah orang yang baik.

Ketika pemuda itu hendak meminum kopi yang baru dia pesan lagi, dia baru menyadari kalau tangan gadis yang duduk di depannya menggenggam erat tangannya. Meski tak mengerti maksud dari tindakan gadis ini, pemuda ini tidak menarik tangannya da membiarkan gadis itu menggenggam tangannya untuk beberapa saat.

"Apa yang kau lakukan?"

Tentu saja Vier penasaran pada tindakan gadis ini dan spontan menanyakannya tentu saja ia tetap membiarkan tangan anak itu menggenggam tangannya.

______________________________________________
Back to top Go down
View user profile
Guest
Guest



PostSubject: Re: [OPEN LIMITED] Here I am   Sat Sep 04, 2010 4:16 pm

"Apa yang kau lakukan?"

Veris hanya tersenyum manis dan mulai berkonsentrasi lagi. Jawab nanti saja, pertama-tama harus baca sejarah dulu. Ia ingin tahu, orang macam apakah laki-laki di depannya ini. Tampaknya orang baik-baik. Namun, siapa yang tahu apa yang tersembunyi? Setiap orang punya sejarah masing-masing. Meski sejarah tak menentukan siapa diri orang itu, tapi paling tidak kau bisa mengerti kepribadian orang itu sedikit-sedikit. Sekaligus, untuk black mailing...

1 detik...

2 detik...

3 detik...

Tangan pun dilepas. Veris tersenyum pelan. Sejarah yang bersih dan aman. Menarik bagaimana dua kutub bisa saling tarik menarik. Jika adiknya kotor, maka pemuda di depannya itu bersih. Namun berdua tetap sama-sama memiliki alice yang dibuat untuk menyiksa, sekaligus membunuh. Hanya terdapat perbedaan di kontrol emosi dan apa yang dilakukan. Well, meski kedua adalah psikopat.

"Membaca,"

"Kau bersih ya?"

Di tolehkannya kepala menuju tehnya yang hampir habis, dan diteguknya lagi hingga habis. Sebentar lagi, sudah waktunya ia pergi.
Back to top Go down
Vier Leuchten

avatar

Posts : 185
Age : 22

Public Card
Status Kependudukan: Pelajar SMA
Alice:
Sifat:

PostSubject: Re: [OPEN LIMITED] Here I am   Sun Sep 05, 2010 12:36 am

Vier masih penasaran dengan tindakan gadis yang duduk di depannya itu, menggenggam tangannya dan hanya menanggapi pertanyaannya dengan senyuman di wajahnya itu. Dilihatnya gadis itu menggenggam tangannya sejenak lalu melepaskannya. Sejenak memang terlintas di pikiran Vier bahwa dia sedang melakukan sesuatu dengan alice miliknya. Maklum, seluruh penduduk Realta Fantasia pasti memiliki alice, dan tidak mengejutkan apabila seseorang menggunakan alice miliknya terhadap orang lain kan? Namun tetap saja Vier hanya terdiam setelah gadis itu melepaskan genggaman tangannya yang tidak lebih dari 5 detik itu.

"Membaca,"
"Kau bersih ya?"

Hah? Membaca? Apa yang dapat dibaca dengan menggenggam tangan seseorang hanya dalam waktu sejenak? Memang kemungkinan besar hal tersebut berhubungan dengan alice, namun pemuda itu nampaknya tidak ingin langsung menyimpulkan tentang hal itu. Tapi tetap saya rasa ingin tahu menyelimuti kepala pemuda itu. Selain itu, apa yang dimaksud dengan bersih? Kata-kata gadis itu terdengar tidak terlalu jelas di pikiran pemuda itu. Karena semakin penasaran, pemuda itu pun akhirnya bertanya ke gadis yang duduk di depannya itu.

"Membaca? Membaca apa? Lagipula... Apa hubungannya membaca dengan bersih?"

Vier memang sedikit telmi, tapi setidaknya pepatah pun bilang bahwa 'malu bertanya sesat di jalan' bukan? Dia pun melihat ke arah jam tangannya sejenak. Cafe akan ditutup tidak lama lagi, pemuda itu pun menyadari kalau ia sendiri pun harus segera kembali ke asrama sebelum larut malam.

______________________________________________
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [OPEN LIMITED] Here I am   

Back to top Go down
 
[OPEN LIMITED] Here I am
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Not Your Average Life - Open - Limited Spots
» Just chilling ( open)
» Open certificate?
» ~FORGE WORLD OPEN DAY~
» warhammer online limited edition

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Realta Fantasia :: End Game :: Failed RP-
Jump to: